Saat ini banyak aplikasi yang diciptakan untuk memudahkan kita. Hal ini menandakan bahwa fenomena perkembangan dunia teknologi berjalan begitu cepat. Dengan fenomena yang cepat, kamu pasti terdorong untuk selalu berusaha menambah wawasan tentang ilmu teknologi ini.
Ditambah waktu sekarang, banyak orang yang menekuni keterampilan digital. Ada orang yang belajar membuat game, aplikasi, website, maupun sistem digital lainnya. Untuk itu, langkah kecil untuk memulai menambah wawasan mengenai teknologi ini dengan menambah ilmu mengenai dunia algoritma.
Algoritma dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi, ini karena kita jadi mengetahui langkah-langkah logis dan sistematis yang dapat dikerjakan terlebih dahulu. Dengan kata lain, seseorang akan menjadi mudah untuk mengurutkan penyelesaian suatu masalah (Nasik, 2021)
Oleh karena itu, dalam membantu memahami mengenai algoritma dapat menjadi langkah dalam menyelesaikan masalah. Mari kita pahami, apa itu algoritma?
Apa Itu Algoritma?
Algoritma adalah sekumpulan instruksi atau langkah-langkah yang dituliskan secara sistematis dan digunakan untuk menyelesaikan masalah/persoalan logika dan matematika dengan bantuan komputer(Sismoro, 2005). Pada lingkup dunia teknologi khususnya komputer, istilah algoritma ini dapat disebut juga dengan program. Dimana algoritma atau program ini dituliskan sesuai dengan bahasa yang dimengerti oleh komputer.
Untuk bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program ini dinamakan bahasa pemrograman. Contoh bahasa pemrograman yang umum digunakan dalam mengembangkan perangkat lunak, yaitu: Python, Java, PHP, Permograman C++, Javascript, Ruby, dan Swift. Dengan bahasa pemrograman implementasi dari sebuah algoritma atau program yang ada, komputer dapat melakukan proses mengolah data, melakukan penghitungan, dan dapat menyelesaikan masalah yang ada di dalam komputer. Supaya lebih mudah memahami contoh algoritma pada dunia teknologi, kamu bisa melihat contoh di kehidupan sehari-hari.
Membuat Kopi
Membuat kopi ini mempunyai algoritma, dimana terdapat langkah-langkah sistematis yang dapat ditulis dan dilakukan. Untuk algoritma membuat kopi, itu terdapat input berupa bubuk kopi, dan output hasilnya berupa minuman kopi panas. Contoh algoritma sebagai berikut:
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan(kopi, air panas, gula, cangkir, sendok).
Masukkan kopi dan gula ke dalam cangkir.
Masukkan air panasi ke dalam cangkir.
Aduk kopi dan gula hingga tercampur menggunakan sendok.
Kopi sekarang selesai dibuat dan siap disajikan.
Selesai.
Ciri-ciri algoritma
Segala metode yang muncul di dunia ini pasti mempunyai ciri-ciri termasuk algoritma ini.
Mempunyai bentuk sederhana sehingga efektif alurnya
Langkah-langkahnya jelas dan pasti
Langkah-langkahnya akan berhenti jika proses sudah selesai dan benar sifatnya
Itulah pengertian tentang algoritma, contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari, dan ciri-ciri dari algoritma. Untuk itu, sepertinya kamu sudah mulai memahami tentang algoritma.
Flowchart itu apa?
Kadang-kadang perlu digambarkan bagaimana arus data dari sebuah algoritma yang sudah dibuat, terutama kalau algoritma sudah cukup kompleks. Untuk itu algoritma dapat disajikan dalam bentuk flowchart(diagram alir). Untuk membangut memahami suatu program dapat digunaka grafik atau simbol yang mengekspresikan kegiatan-kegiatan dari program tersebut.
Flowchart terdiri dari beberapa simbol yag memilikifungsi yangereda-beda. Simol-simbol ini menjelaskan alur kerja algoritma yang terdiri dari beberapa tahapan.
Contoh dari flowchart "Mendapatkan bilangan genap atau ganjil". Pada gambar di bawah ini dijelaskan bahwa proses awal memasukkan bilangan integer di wadah internal storage, kemudian diidentifikasi dalam tiga wadah input, masuk ke bagian wadah percabangan "Benar" atau "Salah", kemudian jika "Benar" mengarah ke wadah output ganjil dan jika "tidak" mengarah ke wadah output genap. Terakhir diakhiri dengan wadah End.
Apa itu Pseudocode?
Pseudocode berasal dari kata pseudo dan code yang artinya kode semu atau
menyerupai kode program sebenarnya. Dapat diartikan bahwa pseudocode bukanlah kode
program yang sebenarnya, melainkan menggunakan suatu bahasa pemrograman
tertentu. Pseudocode berbeda dengan flowchart. Jika flowchart
menggunakan sombol-simbol berbentuk gambar untuk menjelaskan alur logika
berpikir sehingga dapat digunakan untuk membuat atau menjelaskan suatu
program, pseudocode menggunakan bahasa sehingga tidak berupa gambar. Walaupun berbeda, keduanya tetap memiliki tujuan yang sama yaitu membantu menuangkan alur pemikirian ke dalam bentuk tertulis.
Agar mudah dalam membedakan antara pseudocode dan lainnya, di bawah ini terdapat beberapa point perbedaan antara pseudocode, flowchart, dan algoritma.
Artikel ini berdasarkan modul Algoritma. Pelajari selengkapnya di bawah
ini.